Bunga KUR Jadi 7 Persen, Pemerintah Minta UKM Tak Konsumtif

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 120 triliun dengan bunga 7 persen di 2018. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan membina debitur penerima KUR agar digunakan untuk kegiatan produktif.

“Bunga KUR akan diturunkan lagi menjadi 7 persen. Ini kebijakan pemerintah atas perintah Presiden kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di kantornya, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Dia menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM sebagai kuasa pengguna anggaran akan terus melakukan pembinaan supaya UKM dapat membuat manajemen keuangan yang jelas, terukur, sehingga dana dari KUR yang diberikan perbankan maupun koperasi bermanfaat bagi pengembangan usahanya.

“Kita bina UKM bagaimana manajemen supaya jelas. Jangan sampai dapat duit, lalu dibelikan sepeda motor, itu konsumtif. Manajemen keuangan amburadul, untuk usaha dan uang jajan anaknya digabung. Jangan kayak manajemen dagang es,” tutur Puspayoga.

Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada sebanyak 56,69 juta unit usaha. Terdiri dari usaha mikro sebanyak 58,9 juta, usaha kecil sebanyak 716,8 ribu, dan usaha menengah sebanyak 65,5 ribu, serta usaha besar sebanyak 5,03 ribu usaha.

Dalam rangka mendorong pengembangan pelaku UMKM untuk naik kelas telah dikembangkan program kewirausahaan nasional, antara lain pemasyarakatan kewirausahaan, pelatihan kewirausahaan, magang kewirausahaan, bantuan wirausaha pemula, dan pendampingan kewirausahaan.