Pemerintah Targetkan 3.000 Koperasi Baru Terbentuk di 2018

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menargetkan sekitar 3.000 koperasi baru pada 2018. Hal ini sejalan dengan penutupan 40.013 koperasi sakit sepanjang tiga tahun ini.

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengungkapkan, pemerintah telah menjalankan reformasi total koperasi dalam tiga tahun terakhir ini. Salah satunya program rehabilitasi.

“Kami sudah membuat database, ada sekitar 75 ribu koperasi sehat, 75 ribu koperasi lagi kami bina supaya jadi sehat, dan kurang lebih 45 ribu koperasi kami bubarkan,” ujar dia saat Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Sementara itu, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring mengatakan, pemerintah membuat basis data, mengingat sudah puluhan tahun data koperasi di Indonesia tidak pernah diperbaharui.

Berdasarkan data per Desember 2017, jumlah koperasi sebanyak 153.171 unit. Dari jumlah tersebut, anggota koperasi aktif tercatat mencapai sebanyak 26,54 juta orang. Sedangkan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebanyak 59,70 juta unit.

“Kami bukan ujuk-ujuk membubarkan, tapi kami mau benahi database yang sudah puluhan tahun tidak di-update. Sudah dua kali di-update, hasilnya 40.013 koperasi dibubarkan,” papar Meliadi.

Menurutnya, jumlah koperasi yang akan ditutup atau dibubarkan berpotensi meningkat. Pembaharuan data ini akan kembali dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM saat rapat koordinasi nasional pada Februari ini.

“Bulan dua ini mau rakornas, nanti di-update lagi, dan jumlahnya pasti akan meningkat,” ujarnya.

Sumber : Liputan6.com